Satu dari Lima Penduduk Kota Kinabalu Berstatus Non-Warga Negara, Menurut Data Terbaru DOSM
KOTA KINABALU – Departemen Statistik Malaysia (DOSM) baru saja merilis laporan demografi terbaru yang memberikan gambaran signifikan mengenai komposisi penduduk di ibu kota Sabah. Dalam temuan tersebut, tercatat bahwa satu dari lima orang di Kota Kinabalu adalah non-Malaysian atau bukan warga negara Malaysia. Fenomena ini menunjukkan betapa krusialnya peran komunitas asing dalam dinamika sosial dan ekonomi di wilayah tersebut.
Laporan ini menyoroti bahwa pertumbuhan populasi di Kota Kinabalu terus meningkat, namun proporsi penduduk yang tidak memegang kewarganegaraan Malaysia tetap menjadi bagian besar dari lanskap perkotaan. Dengan rasio sekitar 20%, keberadaan warga asing ini mencakup berbagai latar belakang, mulai dari pekerja migran di sektor konstruksi dan jasa, hingga ekspatriat yang terlibat dalam sektor profesional.
Dinamika Penduduk dan Tenaga Kerja
Kepala Statistik Malaysia menjelaskan bahwa data ini sangat penting bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan publik, terutama yang berkaitan dengan penyediaan infrastruktur, layanan kesehatan, dan keamanan. Di Kota Kinabalu, keberadaan penduduk non-warga negara bukan merupakan hal baru, namun angka satu dari lima orang menegaskan ketergantungan wilayah ini terhadap kontribusi warga asing, sekaligus tantangan dalam hal integrasi dan dokumentasi.
Sektor ekonomi Sabah, khususnya di pusat kota seperti Kota Kinabalu, sangat didorong oleh sektor pariwisata dan perdagangan. Kehadiran komunitas non-Malaysia sering kali mengisi celah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menjaga roda ekonomi tetap berputar. Namun, hal ini juga membawa tantangan tersendiri bagi otoritas setempat dalam memastikan bahwa semua penduduk, terlepas dari status kewarganegaraan mereka, mendapatkan akses yang adil terhadap fasilitas dasar tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan.
Implikasi Sosial dan Kebijakan ke Depan
Pemerintah negara bagian Sabah diperkirakan akan menggunakan data dari DOSM ini untuk memperketat pemantauan dan https://www.kabarmalaysia.com/ manajemen warga asing. Isu mengenai pendatang tanpa dokumen (PATI) sering kali menjadi topik hangat di Sabah, dan data statistik ini memberikan landasan faktual untuk membedakan antara warga asing yang legal dan mereka yang tidak memiliki dokumen resmi.
Selain itu, komposisi etnis dan demografi yang beragam ini menjadikan Kota Kinabalu sebagai salah satu kota paling kosmopolitan di Malaysia Timur. Tantangan ke depan adalah bagaimana mengelola keberagaman ini agar tetap harmonis sekaligus memastikan bahwa kepentingan warga negara Malaysia tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah.
Dengan populasi yang terus berkembang, Kota Kinabalu kini berada di persimpangan jalan untuk menentukan kebijakan integrasi yang tepat, mengingat satu dari lima orang di KK adalah non-Malaysian. Statistik ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari kompleksitas sosial yang ada di “Negeri Di Bawah Bayu.”




